Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Orbital d’

This is it our case, kenapa jari-jari atom logam transisi memiliki pola yang demikian.

Sifat Umum

review sedikit, semestinya seiring dengan menambahnya proton atau nomor atom maka jari-jari suatu unsur itu cenderung menurun. Namun sekali lagi masalahnya pola pada golongan transisi sedikit tidak menunjukan hal itu. Walaupun jika kita buat grafik dari scandium sampai zink grafiknya adalah menurun. Jari-jari atom dari Mn sampai Cu memiliki keanehan, yaitu mereka memiliki kemiripan jari-jari atomnya. kenapa?? yang pasti it because the electron. Elektron adalah dalang dari semua ini, gimana bisa? lets check it out. berikut adalah konfigurasi elektron golongan transisi.

nahh, coba perhatikan deh. dari Cr sampai Cu mereka memiliki kemiripan. apa? yaitu orbital pada subkulit d mereka rata-rata sudah setengah penuh. kenapa hal ini menyebabkan mereka memiliki jari-jari atom yang mirip? elektron pada orbital d jelas memiliki jumlah yang lebih banyak dibandingkan orbital s (untuk cu sampai Cu) orbital d pada kulit ke tiga sedangkan orbital s pada kulit ke 4. daya tarik elektron dengan inti atom lebih kuat dengan elektron yang berada kulit terdekat. nah, karena elektron Mn-Cu banyak ngumpulnya di sub kulit d jadi gaya tarik menariknya semakin kuat, membuat jari-jari atom mengecil. Coba bandingkan dengan Sc sampai V yang elektron pada sub kulit d tidak beda jauh dengan sub kulit s nya. Hal itu mengakibatkan tarikan inti kepada elektronnya relatif lebih lemah ketimbang yang elektronnya pada ngumpul di d. Bagaimana dengan Zn?? dia memiliki orbital sub kulit d nya penuh, seharusnya tarikannya lebih kuat dong dan jari-jarinya lebih kecil dari Cu. Lagi-lagi Zn menjadi the special one selain hanya memiliki bilangan oksidasi satu aja, zink memiliki keistimewaan lain. berdasarkan data di atas jari-jari atom zink lebih besar dibanding Cu, namun Energi ionisasinya lebih besar daripada Cu. seharusnya jari-jari atom yang besar memberikan dampak energi ionisasi menjadi kecil. Ini semua atas keseimbangan dari konfigurasi atom zink. Zink ketika berikatan hanya memakai elektron pada sub kulit s, dia tidak menggunakan elektron pada sub kulit d, sedangkan logam transisi lain tidak demikian. Ada banyak hal yang membuat atom zink memiliki atomic radius besar sedangkat energi ionisasinya juga besar.

hit this! alasan mengapa Zn berbuat demikian

http://www.chemguide.co.uk/qandc/transition1.html

Ini semua berdasarkan hipotesis saya sendiri, sulit mencari sumber yang membicarakan tentang hal ini. Jadi sayapun dapat melakukan kesalahan,

Terimakasih

CMIIW

Ilyui

Iklan

Read Full Post »

%d blogger menyukai ini: