Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘periode 4’

suatu hari udin sedang menonton film tentang sejarah jepang khususnya tentang samurai. ia sangat kagum dengan kemampuan sang samurai yang sedang ia tonton, ia melihat gerakan sang samurai begitu cepat dalam mengayunkan pedangnya. karena saking kagumnya ia berniat  membuat sebuah pedang samurai, namun ia menggunakan logam seadanya, ia menggunakan baja karena ia beranggapan bahwa baja adalah logam ayng kuat sehingga cocok untuk dibuat pedang

tiga bulan berlalu, akhirnya pedang yang ia buat telah jadi. karena awalnya udin adalah seorang ahli tembaga jadi ia membutuhkan waktu yang cukup lama dalam mengolah baja.

dengan hati yang senang dan bahagia dia pergi ke kebunnya untuk menggukan pedang yang baru saja selesai ia buat. dengan gagahnya ia berlagak sepertis seorang samurai hebat dari jepang. tapi apa yang terjadi ketika dia melakukan ayunan pedang pertamanya. targetnya adalah sebuah pohon kecil, ia berharap bisa menebangnya.

jreeengggg… jreenggg (ceritanya ini backsoundnya)

udin: hiaaaatttt….

udin: aahhh…, gila ni pedang berat banget, gimana gua motong ni pohon, pedangnya nyampe aja kaga.

udin merasa frustasi dengan hasil kerjanya.

sodikin yang kebetulan sedang memanen jengkol di kebunnya yang bersebelahan dengan kebun udin datang menghampiri udin.

sodikin: weiisss. gaya banget lo din maenin pedang hari gini.

udin: awalnya sih mo gaya tapi taunya ni pedang berat banget, gajadi deh gayanya.

sodikin: haha kasian bener lo din. emang tu pedang bahannya apa?

udin: baja.

sodikin : oOo. jelas berat kalo gitu din. tunggu disini, gua ambilin pedang gua di rumah.

sodikin mengambil pedangnya di rumah dan memperlihatkannya pada udin.

sodikin: din liat pedang gua, coba lu pake.

udin mencobanya.

udin: hiiaattt..

ayunan pedangnya sampai pada pohon namun tidak membelahnya.

udin: loh ko ini lebih enteng, lo pake bahan apa kin?

sodikin: klo ini gua pake bahan titanium.

udin: loh emang apa bedanya titanium sama baja?

sodikin: kalo untuk kekuatannya sih ga beda jauh, tapi titanium tuh beratnya cuma 60% dari baja. makanya lebih enteng. terus klo ni pedang sering kebentur justru bakal makin keras, karena waktu kena benturan atau pukulan bakal muncul tegangan sisa dalam dirinya.

udin:oOo. gitu kin. kalo gitu gua bikin lagi aja deh. tapi sekarang pake titanium.

sodikin: yakin lu din?, titanium kan harganya mahal.

udin: aah biarin aja pokoknya style is number one.

akhirnya udin ga cuma jadi ahli tembaga. ia juga mempelajari logam-logam lainnya untuk dibuat barang-barang yang berguna.

~ALL-i~ >style is number one<

Iklan

Read Full Post »

Papua ? nama yang tidak asing bagi telinga orang indonesia dan orang freeport !

Dilimpahi dengan emas dan perak yang terlampau banyak bagi indonesia dan akhirnya diberikan ke amerika serikat sebagian besarnya . selain dua mineral yang telah tersebut ada juga mineral dengan unsur tembaga yang cuma ada di papua . yaa di daerah indonesia lainnya gak ada . Kalo di dunia ? kita gak tau hahah cari aja ndiri .

Ceritanya bermula pada saat persib melawan persipura di papua pada tahun 2oXX. Ujang dan Sodikin sesama pendukung persib melihat pertandingan berlangsung.

Udin: Woi persipura kalah aja lo jadi tambang sana kek emas dan perak !!

Sodikin : Woi jangan ngejek – ngejek dong bro ! kita sebagai suporter harus fair juga dong .

Udin : Emang nape ? perasaan bagusnya papua cman gituan !

Sodikin : Eitss, selain emas dan perak , papua memiliki berbagai tradisi adat dan istiadat lainnya coy . jadi bawa kalem aja bro. Selain itu ada 2 mineral yang cuman ada di papua bro . Lo mu cari tuh 2 mineral di indonesia selain papua ?? gak akan ketemu dah gw jamin.

Udin : Wah ?? Apaan tuh keknya bagus juga !

Lalu sodikinpun menjelaskan tentang kedua mineral tersebut . kira – kira ini garis besarnya !

Kalkopirit (CuFeS2)

Kalkopirit adalah suatu mineral besi sulfide tembaga yang mengeristal sistem bersudut empat. Kalkopirit mirp dengan kuningan yang mempunyai warna kuning keemasan. Karena unsurnya adalah tembaga dan warnanya lebih kuning dari tembaga biasa Kalkopirit juga sering di sebut “Yellow Copper” alias tembaga kuning.

Kalkopirit

Hati hati karena sama kerennya kaya emas situ jadiin perhiasan kek cincin dan elel . kalo Kalkopirit kena udara langsung dia langsung beroksidasi jadi kayaknya gak terlalu berharga kaya emas de kalo di jadiin aksesoris hahahaha .

 

Kalkosit (Cu2S)

Kalkosit merupakan mineral bijih tembaga yang sangat penting . Warnanya hitam – abu abu yang sedikit mengkilap alias metal . Kadang Kalkosit ditemukan di batuan sedimentasi . Bertahun – tahun Kalkosit ditambang karena satu alasan, yaitu kandungan tembaganya yang sangat kental alias besar . perbandingannya atomnya 67% dan rata – rata berat tembaganya yaa 80% dari berat si kalkosit itu . dari tadi ngomongin kalkosit mulu, tapi gak perna liat gambarnya .. okelah cekidot

kalkosit

Sodikin : Gimana din ?? dah ngerti lom lu .

Udin : Oke terima kasih banyak Kin . Gw mo jadi ahli pembuat dari tembaga !!!

*Bagi kalian yang belum baca cerita tentang mobil tembaga james bond yang dibuat udin ?? inilah asal mula udin jadi pembuat tembaga !!

Semoga bermanfaat !

Read Full Post »

Ini dia !!! video yang membuktikan bahwa reaksi pengaratan bakal lebih cepet kalo di oksigen murni …

Jadi terbukti bahwa kalo pengen ngebuat besi biar cepet karat. kasi aja oksigen murni terus lakuin tuh percobaan kaya di video tadi, dijamin langsung karatan maknyus …

 

Video yang satu ini adalah salah satu video jika Besi direaksikan dengan sulfur ..

So pasti hasil reaksinya menakjubkan mata kalian .

tapi selain menakjubkan mata hidung kalianpun akan tertakjub – takjub karena baunya yang awFULL !!!..

tapi demi pengetahuan reaksi pun dilakukan …

 

Semoga video diatas bermanfaat dan dapat membawa berkah hoho …

Maaf kami jarang update . maklum . internet gak 24 jam …

-MoonAlice-

Read Full Post »

Oke . kita semua udah tau kan sifat – sifat umum unsur transisi ??

Okelah kalo lupa / belum ingat / belum tau ..

Cek apa aja sifat umumnya disini .. —>   Sifat Umum Golongan Transisi Periode 4

Salah satu sifatnya adalah Membentuk senyawa-senyawa yang berwarna ..

Langsung aja kita cek nama larutan dan warnanya apa aja …

Let’s GO

Colourions

Udah jelaskan kenapa mereka2 di atas termasuk logam transisi ??

of course karena membentuk senyawa – senyawa berwarna itu ..

Ok . that’s good . Ini adalah posting mini kami .

hanya untuk anda – anda yang penasaran lebih lanjut mengenai logam transisi .

-MoonAlice- Feat Ilyui

Read Full Post »

Kami admin https://isolution3.wordpress.com/ mengucapkan berjuta – juta terima kasih kepada kalian semua yang telah berkenan meluangkan waktu kalian untuk mengunjungi blog ini !!

Tujuan pertama kami untuk muncul di google.co.id telah tercapai berkat kalian semua !!!

Post ini didedikasikan untuk kalian semua !!

Dibawah ini nick name admin https://isolution3.wordpress.com/

-MoonAlice- [Naqi] , Ilyui [Ilyas], Bhudug*[Ali], Burung Pitung* [Isro]

yang diberi tanda* nick namenya masi bisa berubah . soalnya blum pasti .

BY THE WAY !!! YOU ARE ALL GREAT !! THANKS A LOT MY FRIENDS !!!

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Untuk lebih jelasnya bisa di unduh disini !!

Jelas

Read Full Post »

First thing first isolution3 would like to give a ton of applause to the University of Nottingham UK.

This data below is from the University of Nottingham.

This is the basic data from them about manganese.

Furthermore, from this day isolution3 will use the basic information of Transactinides/Transition from the basic data from to the University of Nottingham.

 

The university of Nottingham

The university of Nottingham

 

Manganese [Mn]

 

Mangan

Mangan

 

 

An: 25 N: 30

Am: 54.938049 g/mol

Group No: 7

Group Name: Transition metals

Block: d-block  Period: 4

State: solid at 298 K

Colour: silvery metallic Classification: Metallic

Boiling Point: 2234K (2061°C)

Melting Point: 1519K (1246°C)

Density: 7.21g/cm3

Discovery Information
Who: Johann Gahn
When: 1774
Where: Sweden
Name Origin
Latin: mangnes (magnet); Ital. manganese.
Sources
Most abundant ores are pyrolusite (MnO2), braunite (Mn2+Mn3+6SiO12), psilomelane [(BaH2O)2Mn5O10] and rhodochrosite (MnCO3). Manganese is mined in South Africa, Russia, Ukraine, Georgia, Gabon and Australia. Vast quantities of manganese exist in manganese nodules on the ocean floor. Attempts to find economically viable methods of harvesting manganese nodules were abandoned in the 1970s.
Annual production is around 6.2 million tons.
Abundance
Universe: 8 ppm (by weight)
Sun: 10 ppm (by weight)
Carbonaceous meteorite: 2800 ppm
Earth’s Crust: 1100 ppm
Seawater:
Atlantic surface: 1 x 10-4 ppm
Atlantic deep: 9.6 x 10-5 ppm
Pacific surface: 1 x 10-4 ppm
Pacific deep: 4 x 10-5 ppm
Human:
200 ppb by weight
23 ppb by atoms
Uses
Manganese is essential to iron and steel production, it also used in some aluminium alloys. It is also used in making; batteries, axles, rail switches, safes, ploughs and ceramics.
Manganese is used to decolourize glass (removing the greenish tinge that presence of iron produces) and, in higher concentration, make violet-coloured glass.
Potassium permanganate (KMnO4) is a potent oxidizer and used in chemistry and in medicine as a disinfectant.
History
The origin of the name manganese is complex. In ancient times, two black minerals from Magnesia in what is now modern Greece were both called magnes, but were thought to differ in gender. The male magnes attracted iron, and was the iron ore we now know as loadstone or magnetite, and which probably gave us the term magnet. The female magnes ore did not attract iron, but was used to decolourize glass. This feminine magnes was later called magnesia, known now in modern times as pyrolusite (MnO2) or manganese dioxide. This mineral is never magnetic (although manganese itself is paramagnetic). In the 16th century, it was called manganesum by glassmakers, possibly as a corruption of two words since alchemists and glassmakers eventually had to differentiate a magnesia negra (the black ore) from magnesia alba (a white ore, also from Magnesia, also useful in glassmaking). Mercati called magnesia negra Manganesa, and finally the metal isolated from it became known as manganese (German: Mangan). The name magnesia eventually was then used to refer only to the white magnesia alba (magnesium oxide), which provided the name magnesium for that free element, when it was eventually isolated, much later.
Manganese compounds were in use in prehistoric times; paints that were pigmented with manganese dioxide can be traced back 17,000 years. The Egyptians and Romans used manganese compounds in glass-making, to either remove colour from glass or add colour to it. Manganese can be found in the iron ores used by the Spartans. Some speculate that the exceptional hardness of Spartan steels derives from the inadvertent production of an iron-manganese alloy.
In the 17th century, German chemist Johann Glauber first produced permanganate, a useful laboratory reagent (although some people believe that it was discovered by Ignites Kaim in 1770). By the mid-18th century, manganese dioxide was in use in the manufacture of chlorine (which it produces when mixed with hydrochloric acid (HCl), or commercially with a mixture of dilute sulfuric acid and sodium chloride). The Swedish chemist Scheele was the first to recognize that manganese was an element, and his colleague, Johan Gottlieb Gahn, isolated the pure element in 1774 by reduction of the dioxide with carbon. Around the beginning of the 19th century, scientists began exploring the use of manganese in steelmaking, with patents being granted for its use at the time. In 1816, it was noted that adding manganese to iron made it harder, without making it any more brittle. In 1837, British academic James Couper noted an association between heavy exposure to manganese in mines with a form of Parkinson’s Disease. In 1912, manganese phosphating electrochemical conversion coatings for protecting firearms against rust and corrosion were patented in the United States, and have seen widespread use ever since.
In the 20th century, manganese dioxide has seen wide commercial use as the chief cathodic material for commercial disposable dry cells and dry batteries of both the standard (carbon-zinc) and alkaline type.
Notes
More than 25 million tonnes of manganese ores are mined every year, representing 5 million tons of the metal, reserves of manganese are estimated to exceed 3 billion tonnes.
Hazards
Manganese is one out of three toxic essential trace elements, which means that it is not only necessary for humans to survive, but it is also toxic when too high concentrations are present in a human body. When people do not live up to the recommended daily allowances their health will decrease. But when the uptake is too high health problems will also occur.

This post publish to show how glad we were !!!

Thanks The university of nottingham !!!

REPOST !!!! Ini bukan tulisan kami !!!

REPOST DARI THE UNIVERSITY OF NOTTINGHAM !!!!

REPOST !!!

Read Full Post »

*ting tong* Anda sedang dalam perjalanan menuju Periodic Of Elements City komplek B transisi, gang 4. Terima kasih anda telah memilih layanan penerbangan kami. Sebelum kita sampai ke tujuan mohon simak baik-baik, kami akan menjelaskan kepada anda sifat-sifat umum masyarakat disana. *ting tong*

Hi para alchemist! kita sekarang akan menyelidiki sifat-sifat umum dari Periode 4 Golongan transisi.

Berikut adalah sifat-sifat umum unsur-unsur transisi :

  1. Mempunyai titik leleh dan didih yang relatif tinggi.
  2. Paramagnetik (dapat ketarik oleh magnet).
  3. Jika berikatan membentuk senyawa2 berwarna nan rupawan.
  4. Punya biloks (bilangan oksidasi) lebih dari satu.
  5. Dapat membentuk ion kompleks ( Complicated juga mereka ya?)
  6. Berdaya katalitik, beberapa unsur dalam golongan ini digunakan sebagai katalis, baik dalam proses industri maupun metabolisme

ingat lho! yang diatas itu cuman sifat-sifat umum, ada juga unsur-unsur yang tidak mentaati sifat tersebut, contohnya Zn (Zink) dan unsur-unsur golongan B yang lain (Cd dan Hg), Mereka semua punya titik leleh dan titih didih yang relatif lebih rendah daripada logam-logam tetangganya. Tidak bersifat paramagnetik, melainkan bersifat diamagnetik (menolak medan magnet), diapun tidak berwarna ketika membentuk senyawa-senyawa, dan bilangan  oksidasinya cuman 1 yaitu +2. Tapi maupun demikian Zn tetap berperan besar terhadap kehidupan manusia, haha.

Berikut adalah tabel berisikan data sifat-sifat dari logam transisi berperiode 4

Tabel Sifat Golongan B Periode 4

Kenapa sih? kok mereka sifatnya bisa kaya gitu?

Pertanyaan yang bagus, Sifat-sifat khas unsur transisi ini dapat dijelaskan berdasarkan konfigurasi elektronnya, yaa kita taukan elektron ini yang buat sifat antar setiap golongan, periode, dan unsur tuh beda. Sebelum ke pembahasan tentang pengaruh konfigurasi elektronnya mari kita perhatikan tabel berikut ini,

Kalau dilihat-lihat unsur-unsur transisi periode keempat ngisi subkulit 3d mulai dari d1 untuk scandium sampai d10 untuk zink. Perhatikan konfigurasi electron dari kromium dan tembaga yang mana subkulit 4s berisi satu electron. Konfigurasi ini menunjukkan kestabilan subkulit d yang terisi penuh atau setengah penuh.

Sifat-Sifat khas unsure transisi berkaitan erat dengan adanya subkulit d yang ga keisi penuh. Oleh karena itu, ada pendapat yang mengatakan bahwa unsur transisi adalah unsur yang memiliki subkulit d terisi tidak penuh paling tidak pada salah satu tingkat oksidasinya. Semua unsure transisi periode ke empat memenuhi definisi ini, kecuali zink. Nah loh! Ketauan deh. Pada tingkat oksidasi nol (sebagai unsure), maupun pada tingkat oksidasi +2 (the one and only oxidation number for zinc), sub kulit 3dnya terisi penuh. Busted! Haha.

Zn (Z = 30)           : [Ar] 3d10 4s2

Zn2+ : [Ar] 3d10

Tembaga hampir terlibat juga, namun dia aman. Walaupun pada tingkat oksidasi nol mengisi penuh subkulit 3d, namun pada oksidasi +2, terisi  tidak penuh.

Cu (Z = 29)           : [Ar] 3d10 4s1

Cu2+ : [Ar] 3d9

Ngerti-ngerti ga deh! harus dibaca ulang-ulang


Ilyui

isolution Admin

Read Full Post »

Older Posts »

%d blogger menyukai ini: